XII MIPA 1 SMAN 1 BATANG ANAI

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia

Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia dan terbesar umat muslim di dunia, tetapi Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam. Indonesia sendiri secara konstitusional mengakui 6 agama, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu. Meski tak menerapkan hukum Islam secara menyeluruh sebagaimana halnya Arab Saudi dan Qatar, napas-napas Islam tetaplah diakui dan diterima dalam hukum positif di Indonesia dengan adanya sejumlah undang-undang tentang perkawinan, peradilan agama, perbankan syariah, wakaf, pengelolaan zakat, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, serta yang terbaru Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Masuknya Islam Ke Indonesia

Kapan mulai dan berkembangnya Islam di wilayah Indonesia masih menyisakan perdebatan antara para ahli. Menurut Hamka (teori Arabia) Islam masuk Indonesia pada awal abad ke-7. Artinya, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriyah, bahkan pada masa Khulafaur Rasyidin memerintah. Islam sudah mulai ekspedisinya ke Nusantara/ Indonesia ketika sahabat Abu Bakar as Siddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai Amirul Mukminin. Dilain pihak, Taufik Abdullah tidak menyetujui tentang teori yang mengatakan bahwa datangnya Islam pertama kali ke Indonesia pada abad ke- 7 M dengan alasan belum ada bukti bahwa pribumi Indonesia di tempat-tempat yang disinggahi oleh para pedagang Muslim itu beragama Islam. Adanya koloni itu, diduga sejauh yang paling bisa dipertanggungjawabkan, ialah para pedagang Arab tersebut, hanya berdiam untuk menunggu musim yang baik bagi pelayaran. Namun berdasarkan bukti catatan-catatan resmi dan Jurnal Cina, Dinasti Tang 618 M secara ekplisit menegaskan bahwa Islam sudah masuk wilayah Timur jauh, yakni Cina dan sekitarnya pada abad pertama Hijriah melalui lintas laut dari bagian Barat Islam. Cina yang dimaksudkan pada abad pertama Hijriah tiada lain adalah gugusan pulau-pulau di Timur Jauh termasuk Kepulauan Indonesia. Thomas W. Arnold dalam buku menulis bahwa mungkin Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad-abad awal Hijriah. Meskipun kepulauan Indonesia telah disebut-sebut dalam tulisan ahli-ahli bumi Arab, di dalam tarikh Cina disebutkan pada 674 M orang-orang Arab telah menetap di pantai barat Sumatra.

SIAPA YANG MEMBAWA DAN MENYEBARKAN ISLAM DI INDONESIA?

Tentang siapa yang memulai mengenalkan dan menyebarkan Islam di Indonesia, para sejarawan memiliki beberapa pendapat. Ahmad Mansur Suryanegara mengeluarkan teori masuknya Islam dalam tiga kategori.

  • Pertama, teori Gujarat. Dipercayai Islam datang dari wilayah Gujarat (India) melalui para pedagang India muslim sekitar abad ke-13 M.
  • Kedua, teori Makkah. Dipercayai Islam tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.
  • Ketiga, teori Persia. Dipercayai Islam tiba di Indonesia melalui para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Dengan mengemukakan fakta banyaknya ungkapan dan kata-kata Persia dalam hikayat-hikayat Melayu, Aceh, dan bahkan juga Jawa.

Sedangkan Pandangan dari AH Johns dan SQ Fatimi mempercayai penyebaran Islam di Indonesia oleh imam-imam Sufi yang cakap dalam soal kebatinan, dan bersedia menggunakan unsur-unsur kebudayaan pra Islam dan mengisinya kembali dengan semangat yang lebih Islami, seperti Wali Songo di pulau jawa.

NoNAMA SUNANNAMA ASLIWILAYAH DAKWAH
1.Sunan GresikMaulana Malik IbrahimGresik dan sekitarnya
2.Sunan AmpelRaden RahmatAmpel dan Sekitarnya
3.Sunan BonangRaden Maqdum IbrahimBonang dan sekitarnya
4.Sunan DrajatRaden QasimDesa Drajat, Paciran Lamongan Jawa timur
5.Sunan GiriRaden Paku (Ainul Yaqin)Gresik Jawa Timur
6.Sunan kudusJa’far ShadiqKudus dan sekitarnya
7.Sunan KalijagaRaden sahidDemak dan sekitarnya
8.Sunan MuriaRaden Umar SaidMuria dan sekitarnya
9.Sunan Gunung JatiSyarif HidayatullahCirebon dan sekitarnya
Jumlah, Nama, dan Area Dakwah Wali Songo

Islam menyebar di Pulau Sulawesi melalui hubungan Kerajaan-Kerajaan setempat dengan para Ulama dari Mekkah dan Madinah. Pengaruh dari Ulama Minang di wilayah Selatan pulau Sulawesi sehingga Kesultanan Gowa dan Kesultanan Bone memeluk agama Islam. Kesultanan Ternate berperan dalam penyebaran agama Islam di pulau Sulawesi bagian tengah dan Utara, dibuktikan dengan eksistensi Kesultanan Gorontalo sebagai salah satu Kerajaan Islam paling berpengaruh di Semenanjung Utara Sulawesi hingga ke Sulawesi bagian Tengah dan Timur, disamping itu Ulama-Ulama besar yang hijrah ke wilayah jazirah utara dan tengah Sulawesi pun turut mempercepat penyebaran agama Islam di wilayah ini. Kesultanan Tidore yang menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, berhasil melakukan upaya penyebaran Islam hingga mencapai wilayah Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Perkembangan Dakwah Islam Di Indonesia

Abad ke 17 M atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang dan menjajah, saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum membentuk kerja sama sehingga menyebabkan proses penyebaran dakwah Islam terpotong. Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam, dimana tidak ada sekat antara aspek – aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, diterapkan oleh para ulama saat penjajahan datang. Para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri menjadi jundullah/ pasukan-Allah yang siap melawan penjajah, dan para ulama menjadi panglima perangnya.

Pada akhir abad ke 19 M, Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh membawa ideologi pembaruan Islam. Ulama-ulama Minangkabau (antara lain Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah) yang belajar di Kairo-Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut. Hal itu terlihat dengan Berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909) di Padang, dan Sumatra Thawalib (1919) di Padang Panjang, dan Diniyah Putri (1923) di Padang Panjang. Tahir bin Jalaluddin Pada tahun 1906 menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura. Lima tahun kemudian terbit koran dwi-mingguan al-Munir di Padang.

Awal abad ke 20 masehi perkembangan umat Islam di Indonesia berlangsung dalam tiga jalan, yaitu organisasi, konsepsi pemikiran-pemikiran ortodoks, dan politik. Di Hindia Belanda muncul organisasi dari berbagai spektrum Keislaman, seperti Muhammadiyah (1912, Yogyakarta) dan NU (1926, Surabaya). Organisasi – organisasi Islam itu bergerak dengan beberapa cara, diantaranya menghubungkan masyarakat antar daerah, menyuarakan persamaan gagasan komunitas umat Islam secara global dengan cara mengirimi buletin umat Islam dari penjuru bumi, ataupun mengumpulkan orang banyak untuk kegiatan agama. Dipicu oleh polarisasi kepemimpinan dikalangan umat Islam, pada tanggal 7 Desember 1990 lahirlah ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia).

Pada abad 21 masehi media online telah menjadi basis dakwah Islam kontemporer. Islam sebagai agama dakwah, artinya islam mendorong umatnya untuk menyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia sebagai rahmat bagi seluruh alam, pemahaman yang berdasarkan Al-Qur’an surat al-Anbiya’ ayat 107.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ( الانبياۤء : ١٠٧)

Artinya: “dan kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”

(QS. Al-Anbiya’:107)

Teknologi komunikasi dan informasi memiliki peran penting dalam menyebarkan Agama Islam. Di Indonesia ada banyak organisasi kemasyarakatan Islam yang terbagi kedalam beberapa golongan, sehingga penyampaian dakwah Islam di Indonesia menimbulkan perbedaan pemahaman, ideologi dan gagasan yang membuat mereka saling beradu strategi untuk menarik minat jamaah. Maka yang mungkin terjadi adalah mereka akan berkompetisi atau bisa juga berkolaborasi dalam berdakwah. Dari teknologi yang digunakan, dapat dibedakan dakwah kedalam tiga kelompok yaitu; dakwah konvensional, tele dakwah dan e-Dakwah.

Perbandingan Dakwah Konvensial, Tele Dakwah dan e-Dakwah.

Hikmah Dari Mempelajari Perkembangan Islam Di Indonesia

Dari uraian di atas dapat kami pelajari dan pahami akan perkembangan Islam di Indonesia, dan hikmah yang kami ambil adalah:

  • Kami dapat mengetahui tentang sejarah perkembangan islam di Indonesia
  • Kami dapat mengetahui Islam masuk ke Indonesia secara damai
  • Kami dapat mengetahui dan meneladani dakwah Wali Songo yang mengunakan budaya dan seni dalam berdakwah, dengan menekankan pada gemar membaca dan mempelajari Al-Quran di mesjid. Al-Quran adalah petunjuk yang paling baik bagi manusia khususnya mukmin, sebagaimana terdapat pada QS: Al-Isra Ayat 9

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ ( الاسراۤء : ٩)

Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,

(QS. Al-Isra’: 9)
  • Kami dapat mengetahui bahwa dakwah mengalami berkembangan strategi, dari dakwah konvensional (dakwah dilakukan di Mesjid), berlanjut kepada tele-dakwah (berdakwah mengunakan media televisi), sampai pada e-dakwah (berdakwah menggunakan media sosial)
  • Kami dapat mengetahui Islam adalah agama terbesar penganutnya di Indonesia dan memberi dampak dalam berkehidupan ber-bangsa dan ber-tanah air Indonesia.

Kesimpulan

Peta Persebaran Islam di Indonesia berdasarkan hasil sensus 2010

Masuknya Islam di Indonesia dari abad ke 7 sampai abad 21 ini, memberikan pengaruh besar dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air Indonesia, yang dapat kami simpulkan sebagai berikut;

Demografi. Islam berkembang hampir di seluruh wilayah Indonesia. Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatra, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara dan di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Leihitu, Tual dan lain-lain.

Bahasa dan adat istiadat. Masuknya Islam di Indonesia, telah mempengaruhi bahasa dan budaya daerah. Selain kata serapan, suatu hal yang sebelumnya tidak ada yaitu sistem aksara yang disebut huruf Jawi dan aksara daerah juga tercipta. Bahasa Melayu sebagai lingua franca berpadu mengembangkan kebudayaan Islam di Indonesia. Begitu pula dengan budaya berpakaian seperti bagi kaum perempuan muslim menggunakan hijab.

Arsitektur. Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia, seperti rumah Betawi salah satunya. Forum tanya jawab di situs Era Muslim menyebutkan Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan juga ada bale-bale untuk tempat berkumpul adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam. Juga pada bangunan masjid seperti; Masjid tertua di daerah Jawa, Masjid Demak (1479) dan Masjid Cirebon (1500).

Pendidikan. Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan yang dipengaruhi ajaran Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, dan dianggap sebagai sistem pendidikan tertua di Indonesia.

Politik dan ekonomi. Dengan mayoritas Muslim, politik Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan umat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, akan tetapi ada daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, yaitu Aceh. Dengan munculnya reformasi 1998, jumlah partai politik Islam di Indonesia bertambah. Pemilu 1999 ada 17 partai Islam, yaitu 12 partai Islam dan 5 partai berazaskan Islam dan Pancasila. Ekonomi Islam di Indonesia pada masa orde baru dengan perbankan berbasis Islam agar diterima masyarakat tidak memakai istilah Islamic namun menggunakan istilah syariah. Berpegang teguh pada nilai-nilai dari ekonomi Islam antara lain; kepemilikan, keadilan, kebersamaan atau kerja sama, dan keseimbangan.

Sumber Referensi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: